Selasa, 15 November 2016

Formal Letter

     A formal letter will encompass many things and is related to the business letter. To put this into perspective, all business letters are formal letters but not all formal letters are business letters. The term formal letter can be used to entail any written letter for a formal purpose, whether that be a recommendation letter, an invitation letter, a complaint letter, a letter notice and etc.

Formal letter example:

123 Elm Ave.
Treesville, ON M1N 2P3
November 7, 2016

Mr. M. Leaf
Chief of Syrup Production
Old Sticky Pancake Company
456 Maple Lane
Forest, ON 7W8 9Y0
Dear Mr. Leaf:
Let me begin by thanking you for your past contributions to our Little League baseball team. Your sponsorship aided in the purchase of ten full uniforms and several pieces of baseball equipment for last year's season.
Next month, our company is planning an employee appreciation pancake breakfast honoring retired employees for their past years of service and present employees for their loyalty and dedication in spite of the current difficult economic conditions.
We would like to place an order with your company for 25 pounds of pancake mix and five gallons of maple syrup. We hope you will be able to provide these products in the bulk quantities we require.
As you are a committed corporate sponsor and long-time associate, we hope that you will be able to join us for breakfast on December 12, 2016.
Respectfully yours,


Derek Jeter

Sabtu, 29 Oktober 2016

Active and Passive Voice

Active Form
In active sentences, the thing doing the action is the subject of the sentence and the thing receiving the action is the object. Most sentences are active.
[Thing doing action] + [verb] + [thing receiving action]

Examples:
We are going to watch a movie tonight.


Passive Form
In passive sentences, the thing receiving the action is the subject of the sentence and the thing doing the action is optionally included near the end of the sentence. You can use the passive form if you think that the thing receiving the action is more important or should be emphasized. You can also use the passive form if you do not know who is doing the action or if you do not want to mention who is doing the action.
[Thing receiving action] + [be] + [past participle of verb] + [by] + [thing doing action]

Examples:

A movie is going to be watched by us tonight.

Memorable Experience

Hi! I’m Debi. In this task , I’d like to share about memorable experiences since I was in Kindergarten. Pay attention please!!

When I was 5th years old, I was a student of TK Al-Hidayah. I got closer to my friends because we rode the same pick up service car and also I often played with them. There were Isel, Nabila, Ajeng, Aji, Fahri, Baskoro, Eka, and Daus. I was well-known among teachers because of my mom was very active and cooperative about my Kindergarten events. Oh yes, talking about events. When Kartini’s day, there was a festival in TMII and my kindergarten was one of the participants. In that festival, there were so many contests such as coloring contest, sport relay race, poetry reading contest, traditional dance contest, modeling contest.


As a girl who was 5th years old and join the festival, I dreamt to wear kebaya from java culture with beautiful make-up. When the day was almost approaching, my mom couldn’t prepare it. And till the day of the festival, my teacher announced that the students should gather in Kindergarten. I wore sport clothe from home. I went to Kindergarten with my mom, dad, and brother. Then I arrived in Kindergarten, I thought that kebaya would be wore in Kindergarten. But I realized that my friends have done the preparation for the festival. Isel wore bali custome that made her look very stunned. Because I wore sport clothe, I was selected to participate sport relay race with others. I felt sad because every Kartini’s day, I never had a chance to wear kebaya. But as I grow older, finally I had worn it. Not for Kartini’s day, but the graduation event, wedding event, and another formal events.

Rabu, 28 September 2016

Describe Myself

           My name is Debi Sagita. People calls me Debi. I’m 20 years old and I have a younger brother. I love listening music specially upbeat music and also I like to watch action movies. I was born and live in Jakarta. I’m a Javanese and Betawi blood. I’m a student of Gunadarma University and recently enter the 5th semester.

            I through many experiences. In my first year in this campus, I adapted with strangers, wide society, education system, and campus rules. I thought that college doesn’t have much homeworks, a flexible schedule, and has many days off. But, all of those thought are totally wrong. Gunadarma is surely different compared to the other university. Because Gunadarma University makes the students come to campus everyday to attend lecture’s class, technology, practical work, middle or final semester tests that takes 1 month, scientifically research before having thesis to obtain bachelor’s degree.


            In this year, the rule has changed. Scientific research will be starting in 5th semester. Knowing that kind of information, I’m confused because I don’t have the preparation of the materials of my scientific research. But I also feel delighted because it only takes 3,5 years to graduate from Gunadarma University. After graduating from Gunadarma University, I don’t have an idea which job I would like to apply. Hopefully, my knowledge be able to help and useful for myself and others.



Tugas 1 Bahasa Inggris
DEBI SAGITA (22214601)

Jumat, 08 Januari 2016

AYO SUKSESKAN MEA 2015



NAMA KELOMPOK :
AYU FADILLAH ZIKRI (21214869)
DEBI SAGITA (22214601)
NOVIARYANI SUHERMAN (28214070)
YUSUF SATYO LAKSONO (2C214618)

Masyarakat Ekonomi ASEAN dengan sasarannya yang mengintegrasikan ekonomi regional Asia Tenggara menggambarkan karakteristik utama dalam bentuk pasar tunggal dan basis produksi, kawasan ekonomi yang sangat kompetitif, kawasan pengembangan ekonomi yang merata atau seimbang, dan kawasan yang terintegrasi sepenuhnya menjadi ekonomi global.

Sekarang pertanyaannya, Apakah Koperasi Siap untuk menghadapi MEA yang berlaku mulai desember 2015?

Koperasi sebenarnya mempunyai peluang untuk bisa berkembang ditengah Masyarakat Ekonomi ASEAN. Lembaga yang beralaskan kekeluargaan ini dinilai sangat potensial untuk mewadai pelaku usaha sehingga bisa menjadikan koperasi mempunyai kekuatan besaruntuk bisa berdiri dengan kokoh ditengah-tengah masyarakat tunggal asean.

Di Indonesia tentunya koperasi sangat potensial untuk dikembangkan sebagai sarana paling efektif untuk menghadapi MEA, mengingat jumlahnya telah mencapai hampir 200.000 unit dengan tingkat pertumbuhan mencapai 7-8 persen pertahun.

Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang merupakan bagian dari UMKM, sebenarnya mempunyai masalah yang tidak jauh beda dengan UMKM lainnya seperti modal, sumber daya manusia, manajerial, pengembalian kredit, dll. Usaha kecil dan mikro kurang meminati KSP sebagai lembaga keuangan penyedia pinjaman. Tentunya hal ini sangat kontras dengan sebutan koperasi sebagai “Soko Guru Perekonomian”.

Perlu adanya solusi untuk permasalahan koperasi yaitu dengan dilakukan pembenahan dari segi internal koperasi itu sendiri, misalnya melakukan pembenahan dalam hal kepemimpinan, manajemen, keuangan. Selain itu, pemerintah juga harus berperan dalam menjaga eksistensi koperasi di tengah MEA. Pemerintah merupakan aktor utama yang kebijakannya sangat diperlukan untuk perkembangan koperasi.

Minggu, 22 November 2015

POSTER MEA


NAMA KELOMPOK:
AYU FADILLAH ZIKRI (21214869)
DEBI SAGITA (22214601)
NOVIARYANI SUHERMAN (28214070)
YUSUF SATYO LAKSONO (2C214618)

Selasa, 13 Oktober 2015

Ekonomi Koperasi




SEJARAH KOPERASI DI INDONESIA 

Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.

Sejarah singkat gerakan koperasi bermula pada abad ke-20 yang pada umumnya merupakan hasil dari usaha yang tidak spontan dan tidak dilakukan oleh orang-orang yang sangat kaya. Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme semakin memuncak. Beberapa orang yang penghidupannya sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong oleh penderitaan dan beban ekonomi yang sama, secara spontan mempersatukan diri untuk menolong dirinya sendiri dan manusia sesamanya.

Koperasi pertama kali diperkenalkan oleh seorang berkebangsaan Skotlandia, yang bernama Robert Owen (1771-1858). Setelah koperasi berkembang dan diterapkan di beberapa Negara-negara eropa. Koperasi pun mulai masuk dan berkembang di Indonesia.

Di Indonesia koperasi mulai diperkenalkan oleh Patih R.Aria Wiria Atmaja pada tahun 1896 beliau mendirikan sebuah Bank untuk para pegawai negeri (priyayi). Ia terdorong oleh keinginannya untuk menolong para pegawai yang makin menderita karena terjerat oleh lintah darat yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi. Maksud Patih tersebut untuk mendirikan koperasi kredit model seperti di Jerman. Cita-cita semangat tersebut selanjutnya diteruskan oleh De Wolffvan Westerrode, seorang asisten residen Belanda. De Wolffvan Westerrode sewaktu cuti berhasil mengunjungi Jerman dan menganjurkan akan mengubah Bank Pertolongan Tabungan yang sudah ada menjadi Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian. Selain pegawai negeri juga para petani perlu dibantu karena mereka makin menderita karena tekanan para pengijon. Ia juga menganjurkan mengubah Bank tersebut menjadi koperasi. Di samping itu ia pun mendirikan lumbung-lumbung desa yang menganjurkan para petani menyimpan pada pada musim panen dan memberikan pertolongan pinjaman padi pada musim paceklik. Ia pun berusaha menjadikan lumbung-lumbung itu menjadi Koperasi Kredit Padi. Tetapi Pemerintah Belanda pada waktu itu berpendirian lain. Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian dan Lumbung Desa tidak dijadikan Koperasi tetapi Pemerintah Belanda membentuk lumbung-lumbung desa baru, bank –bank Desa , rumah gadai dan Centrale Kas yang kemudian menjadi Bank Rakyat Indonesia (BRI). Semua itu adalah badan usaha Pemerintah dan dipimpin oleh orang-orang Pemerintah.
Pada zaman Belanda pembentuk koperasi belum dapat terlaksana karena :
1. Belum ada instansi pemerintah ataupun badan non pemerintah yang memberikan penerangan dan penyuluhan tentang koperasi.
2. Belum ada Undang-Undang yang mengatur kehidupan koperasi.
3. Pemerintah jajahan sendiri masih ragu-ragu menganjurkan koperasi karena pertimbangan

Setelah itu koperasi mulai cepat berkembang di Indonesia, hal ini juga didorong sifat orang-orang Indonesia yang cenderung bergotong royong dan kekeluargaan sesuai dengan prinsip koperasi. Bahkan untuk mengansitipasi perkembangan ekonomi yang berkembang pesat pemerintahan Hindia-Belanda pada saat itu mengeluarkan peraturan perundangan tentang perkoperasian. Pertama, diterbitkan Peraturan Perkumpulan Koperasi No. 43, Tahun 1915, lalu pada tahun 1927 dikeluarkan pula Peraturan No. 91, Tahun 1927, yang mengatur Perkumpulan-Perkumpulan Koperasi bagi golongan Bumiputra. Pada tahun 1933, Pemerintah Hindia-Belanda menetapkan Peraturan Umum Perkumpulan-Perkumpulan Koperasi No. 21, Tahun 1933. Peraturan tahun 1933 itu, hanya diberlakukan bagi golongan yang tunduk kepada tatanan hukum Barat, sedangkan Peraturan tahun 1927, berlaku bagi golongan Bumiputra.

Setelah pemerintahan Hindia-belanda menunjukkan sikap diskriminasi dalam peraturan yang dibuatnya. Pada tahun 1908 Dr. Sutomo yang merupakan pendiri dari Boedi Utomo memberikan perananya bagi gerakan koperasi untuk memperbaiki kondisi kehidupan rakyat.
Serikat Dagang Islam (SDI) 1927, Dibentuk bertujuan untuk memperjuangkan kedudukan ekonomi pengusah-pengusaha pribumi. Kemudian pada tahun 1929, berdiri Partai Nasional Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan semangat koperasi.

Setelah jepang berhasil menguasai sebagian besar daerah asia, termasuk Indonesia, system pemerintahan pun berpindah tangan dari pemerintahan Hindia-Belanda ke pemerintahan Jepang. Jepang lalu mendirikan koperasi kumiyai, namun hal ini hanya dimanfaatkan Jepang untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia.Sekaligus membentuk Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI) yang berkedudukan di Tasikmalaya.
Lalu kita mengenal Moh. Hatta sebagai bapak koperasi. Beliau mengusulkan didirikannya 3 macam koperasi :
1. Pertama, adalah koperasi konsumsi yang terutama melayani kebutuhan kaum buruh dan pegawai.
2. Kedua, adalah koperasi produksi yang merupakan wadah kaum petani (termasuk peternak atau nelayan).
3. Ketiga, adalah koperasi kredit yang melayani pedagang kecil dan pengusaha kecil guna memenuhi kebutuhan modal.

Bung Hatta mengatakan bahwa tujuan koperasi yang sebenarnya bukan mencari laba atau keuntungan, namun bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bersama anggota koperasi.

Kelompok 6: 1. Ayu Fadillah Zikri (21214869)
                     2. Debi Sagita (22214601)
                     3. Noviaryani Suherman (28214070)
                     4. Yusuf Satyo Laksono (2C214618)